ODOPfor99days

Jejak Galau di Buku Agenda Usang

Sudah jadi kebiasaan saya memiliki buku agenda untuk menuliskan rencana aktivitas saya selama di sekolah/kampus, organisasi, maupun kegiatan pribadi saya. Tak hanya itu, saya pun seringkali menuliskan beberapa catatan acara yang saya ikuti seperti pelatihan atau seminar. Biasanya saya menggunakan bagian depan untuk catatan-catatan dan bagian belakang untuk rencana kegiatan (atau sebaliknya), sehingga kalau kemana-mana saya hanya membawa satu buku agenda saja.

 Nah, tapi hampir semua agenda yang saya miliki tidak ada satu pun yang benar-benar ditulisi sampai habis, pasti masih banyak lembaran kosongnya, karena biasanya hanya beberapa bulan saja saya menggunakan satu buku agenda, sebelum akhirnya saya berpaling kepada buku agenda lain yang lebih bersih :). Tapi semua buku agenda yang pernah saya gunakan, tidak pernah ada yang saya buang (sejauh yang saya ingat), pasti saya simpan untuk dibaca di kemudian hari atau malah digunakan kembali.

Nah, betul kan, malam ini saya buka lagi salah satu buka agenda yang saya gunakan semasa jadi siswa sekolah menengah, barangkali ada tulisan bermanfaat yang bisa saya publish di blog, entah itu dari hasil pengajian, seminar, atau pelatihan.  Dari beberapa tulisan yang saya temukan, saya tertarik untuk menulis ulang puisi yang pernah saya buat. Tidak bagus sih, tapi itu isinya tentang kegalauan saya ketika remaja. Bukan galau karena tidak punya pacar ya, tapi galau sedang mencari identitas diri, maklum usia remaja memang penuh dengan gejolak.

Berikut, jejak kegalauan saya ketika remaja dulu šŸ˜€


Lelah hari ku melangkah

menengadah ke segala arah

menguntai segala asa

untuk hidup mulia nantinya

Menari di atas awan

memberikanku kehidupan

bagai burung yang terbang

untuk mencari keamanan

Mimpiku datang

berdiri di tepi pintu

mengajakku menerawang

menelusuri jalan yang tak buntu


Mungkin kala itu saya lelah membayangkan seperti apa saya di masa datang, punya keahlian apa, akan menjadi apa, punya jodoh seperti apa, sukses atau tidak, dan sebagainya. Karena tidak terpikirkan, jadilah saya menggalau, hehe. Tapi mungkin saya sebut kegalauan dulu itu adalah galau yang bermanfaat, karenanya saya jadi sering berpikir tentang eksistensi kehidupan saya  dan akhirnya berusaha merumuskan visi misi hidup saya, hingga akhirnya saya sudah dalam tahapan dimana saya bisa berkata ‘yeah this is me and  i enjoy this moment’. In syaa Allah terus berproses untuk lebih baik, karena hidup adalah perjuangan yang tak ada akhirnya hingga ajal menjemput. Aamiin Yaa Rabbal ‘Aalamiin

#ODOPfor99days #day30

Jumat, 12 Februari 2016

w/ my lovely boy šŸ™‚

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s