ODOPfor99days

Jualan dengan Covert Selling

Berawal dari terjunnya saya pada dunia per-online shop-an, saya jadi akrab dengan dunia periklanan alias promosi barang. Namanya juga penjual (seller), apalagi kerjaannya kalau bukan jualan.hehe

Dulu saya sama sekali tidak merasa yakin bisa bergelut di bidang jual beli, mau bentuknya offline maupun online. Jujur, saya malu kalau harus menawarkan barang pada orang lain, apalagi saya tipe buyer yang buy on priority, kalau butuh ya beli kalau engga butuh, meski barangnya lagi diskon, jarang saya lirik juga. Alhasil, mau segimana promosiin barang ke saya, kalau saya engga butuh ya tidak akan dibeli.

Nah, itulah salah satunya saya pesimis jadi pedagang/seller, takutnya ada hukum sebab-akibat.hihi

Tapi, takdir Allah akhirnya mengantarkan saya juga masuk dalam dunia perdagangan, khususnya online shop. Awal terjun november tahun 2015, saya mulai menjadi reseller untuk baju anak muslim dan berbagai jenis pakaian anak dan juga jilbab. Tak disangka, ternyata saya menjadi reseller dengan tingkat penjualan terbaik bulan itu. Jadilah saya terpacu untuk lebih baik lagi. Saya jadi rajin berinteraksi dengan teman-teman yang terjun lebih dulu di dunia online shop. Tanya ini itu, diskusi, baca-baca ebook dan lain sebagainya.

Alhamdulillah sedikit demi sedikit saya jadi tau istilah-istilah yang ada dalam dunia online shop, seperti seller, buyer, customer, reseller, dropship, supplier, ready stock, restock, shipping cost (ongkir/ongkos kirim), PO (pre order), COD (cash on delivery), TF/TRX (transfer), testimoni, resi, dan sebagainya.

Sampai juga bertemu dengan istilah copywriting dan covert selling. Awal mula saya jualan yang dipakai adalah ilmu copywriting. Apa itu copywriting? Menurut hemat saya, copywriting itu adalah tulisan menarik/naskah iklan  yang menawarkan produk yang kita jual, biasanya ada ajakan untuk membeli barangnya. Dan memang itulah yang digunakan kebanyakan para penggelut olshop.

Sedikit berbeda dengan copywriting, covert selling mengharamkan semua jenis penawaran dan ajakan. Karena pada prinsipnya, semua orang itu tidak suka kalau dikasih iklan, apalagi dikasih  broadcast sembarangan.

Covert selling menjadikan kita sebagai seller untuk menjual barang tapi seperti tidak menjual. Sama sekali tidak ada ajakan untuk membeli, tetapi dengan covert selling rasa penasaran pembeli dinaikkan sehingga dapat berakhir closing alias barang laku terjual.

Ya namanya juga covert alias tersembunyi atau samar. Makanya covert selling itu proses menjual yang samar alias tersembunyi alias covert.

Untuk saat ini, saya cocok dengan ilmu covert selling ini, mengingat saya masih  saja ada rasa malu untuk menawarkan secara terang-terangan barang jualan saya, dan saya sendiri pun tidak nyaman beriklan dengan cara broadcast ataupun tag orang seenaknya di facebook.  Maka dari itu, covert selling sangat membantu saya dalam proses promosi, karena menurut saya ilmunya sangat elegan dan soft, tidak usah cape-cape menawarkan barang, tetapi calon buyer tertarik dengan produk yang dijual.

Happy learning until dying!

#ODOPfor99days
#day52

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s