ODOPfor99days · Road Map Raaiq

Ketika Bunda Merasa Bersalah

Ternyata susah susah gampang ya sejalan dengan tagline sebuah iklan yang bilang ‘kotor itu baik’. Mau membiarkan anak kotor karena makan sendiri, sayang baru mandi. Mau dibiarkan kotor karena mengacak-acak buah atau makanan, sayang nanti makanannya kebuang. Huft

Di usia nya yang menginjak tahap sensori motorik, pastinya Rq selalu ‘berkenalan’ dengan benda di sekitarnya melalui indera yang dia miliki. Raba, lihat, dan rasa.

Eksplorasi lingkungan menjadi agenda wajib buat Rq agar dia jadi anak yang kaya memori.

Begitulah ketika jadi ibu, maunya anak kaya wawasan, mengeksplorasi lingkungan dengan baik, apalagi sedang dalam masa emas atau yang sering disebut dengan golden age. Ada saja kekhawatiran saya sebagai seorang ibu, khawatir anak masuk angin kalau terlalu sering ‘melantai’, khawatir anak jadi sakit perut karena terlalu sering memasukkan barang atau makanan yang kotor, khawatir ini dan khawatir itu, tapi saya jadi bertanya sendiri, apakah murni khawatir keadaan anak atau hanya malas saja untuk mengawasi anak dan membiarkannya untuk mengeksplorasi (baca : acak-acak) lingkungan?

Malam kemarin saya menjadi merasa bersalah pada Rq, ketika dia menginginkan dan berusaha mengambil buah-buahan yang ada di atas meja.

Seperti biasa saya jauhkan itu buah-buahan yang memang ada dalam satu wadah. Terdiri dari buah manggis, rambutan, dan konyal. Saya jauhkan karena Rq pasti akan memasukkannya ke dalam mulut, sedangkan buah tersebut belum dicuci.

Berulang kali Rq ingin meraihnya tetapi saya alihkan ke hal yang lain, ketika dia melihat buah-buahan itu lagi, kembali Rq berusaha meraihnya dan saya pun menjauhkannya. Begitu seterusnya.

Sampai ketika Abahnya sengaja  menyodorkan kepada Rq untuk ‘dimainkan’ barulah Rq bisa ‘menguasai’ apa yang dia inginkan dari tadi.

Saya akhirnya membiarkan Rq memegang buah-buahan yang belum dicuci itu, untuk menghormati perlakuan Abahnya.

Biarlah sebagai hadiah Rq dari tadi berusaha mengambil buah-buahan itu, saya pikir.

Jadi, apa sebenarnya yang membuat saya merasa bersalah?

Begini ceritanya, ketika Abahnya menyodorkam buah tersebut, apa yang Rq lakukan? Dia menatap saya terlebih dahulu seakan meminta persetujuan.

‘Bun, jadi boleh nih aku ambil buahnya?’

Ya Allah seketika itu juga saya cium Rq dan lebih mendekatkannya pada buah tersebut dan saya berkata, ‘iya nak, boleh sayang, lakukan apa yang kaka inginkan.’

Beberapa menit, dia ‘berkenalan’ dengan buah tersebut, mengambil setiap buah yang ada, mengecapnya, melempar, kemudian mengambilnya lagi. Sampai akhirnya, Rq menghampiri saya untuk digendong. Mungkin dia merasa cukup ‘berkenalan’ dengan buah-buahan tersebut.

image
Raaiq sedang memegang buah konyal

Saya berkata dalam hati, ‘Tuh kan, gak lama kok buat Rq ‘berkenalan’ dengan barang/makanan yang membuatnya interest, gak sampai sejam kan. Egois banget dari tadi diriku menjauhkan buah-buah itu karena kotor, kenapa tak aku cuci saja ya buah-buahan itu, kan lebih aman jadinya buat Rq..’

Dari situ saya merasa lebih bersalah. Mungkin memang saya saja yang tidak terlalu lepas untuk membiarkan anak mengeksplorasi lingkungan.

Bisa jadi karena saya malas saja untuk membersihkan buah tersebut atau sekadar mengganti bajunya yang akan kotor.

‘Rq maafkan Bunda..’

In Syaa Allah, mulai sekarang Bunda akan selalu berusaha tidak membatasi keingintahuanmu yang begitu tinggi, asalkan hal tersebut tidak membahayakanmu ataupun orang sekitar.’

‘Jikalau Bunda melarang, Bunda akan kasih alasan yang jelas ya nak, biar kamu mengerti dan tak salah paham.’

‘Bunda selalu berdoa, agar Allah senantiasa menjagamu nak..’

‘Bunda sangat menyayangimu’

#ODOPfor99days
#day78

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s