ODOPfor99days

Tenggang Waktu Bermusuhan

Pernah gak sih kita bermusuhan dengan teman? Ya bisa jadi karena sebab tersinggung akan perbuatannnya atau perilakunya. Kalau orang Sunda, istilahnya ‘baeud’, gak saling bertegur sapa, malah kalau bertemu saling memalingkan wajah.

Hmm, saya sendiri sih pernah. Ketika sekolah di tingkat menengah dulu, pernah ada teman yang marah tuh sama saya, gak nanya gak nyapa, gegara saya ngusilin dia pas dianya lagi baca buku. Ya dasarnya saya emang jail sih ya, saya mikirnya ‘gitu aja marah sih, padahal kan saya cuma usil dikit. Akhirnya malah saya ikut gak nyapa juga sama dia (nah, ini mah gak boleh dicontoh, hihi)

Selama 3 hari lamanya, kami tak saling tegur sapa, padahal biasanya kami akrab banget. Sampai akhirnya di hari yang ke-3, kami berdua saling bertegur sapa dan berebut untuk jadi orang yang memberi salam dan meminta maaf pertama kali. Kami tidak hiraukan dulu, sebetulnya duduk permasalahannya seperti apa, tapi kami hanya ingin jadi orang yang ‘paling baik’ menurut salah satu hadits Rasul.

Nih dia terjemah haditsnya,

Dari Abi Aiyub, bahwasanya Rasulullah saw. telah bersabda : “Tidak halal seorang Muslim tidak damai dengan saudaranya lebih dari tiga malam, (yaitu) mereka bertemu, lalu yang ini berpaling dan yang itu berpaling ; tetapi orang yang paling baik diantara keduanya adalah yang memulai memberi salam.
(Muttafaq ‘alaih)

Kalau ingat dulu itu, lucu memang ya, kami jadinya saling berebutan untuk berjabat tangan yang pertama kali sampai saya tidak ingat siapa ya yang akhirnya minta maaf duluan. Alhamdulillah setelah itu kami akrab lagi seperti biasa, setelah meng-clear-kan duduk permasalahannya.

Nah, enak kan kalo kita tahu haditsnya, jadi kita gak kebablasan deh musuhannya, meski ya lebih baik mending gak usah cari musuh deh kalau hidup, damai lebih enak, makanya kita harus lebih menjaga sikap kita, betul tidak?

Kasus yang ini sebetulnya relatif lebih gampang selesai, karena masing-masing tahu tentang haditsnya. Tapi kalau salah satu dari yang bermusuhan gak ngerti tentang haditsnya gimana? Gampang sebetulnya, berarti kita yang tahu tentang haditsnya lebih punya kesempatan untuk jadi orang yang ‘paling baik’. Tentu selain kita menyapa duluan, kita juga harus melakukan tabayyun mengenai sebab bisa terjadinya permusuhan, bisa jadi karena salah paham kan?

Selamat jadi orang yang lebih baik *nunjuk diri sendiri* ūüėÄ

#ODOPfor99days
#day

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s