Matrikulasi IP

Nice Homework #2 Indikator Profesionalisme Perempuan 

Alhamdulillah sampai juga saya di Nice Homework (NHW) #2 ini. Benar saja semakin lama tantangan mengerjakan NHW semakin tinggi. Untuk mengerjakan NHW #2 ini saja, saya mengerjakannya lebih lama dari NHW sebelumnya (Baca NHW#1 disini).

Kenapa?

Karena di NHW #2 ini, seakan-akan saya men-setting ulang diri saya agar lebih terkoordinasi dengan baik dalam menjalani beberapa peran dalam hidup saya. Berat ya bahasanya, hehe..

Ya bagaimana tidak, NHW kali ini saya ditantang untuk membuat Checklist Indikator Profesionalisme Perempuan, baik sebagai individu, istri, maupun ibu

Nah kan lebih berat lagi bahasanya, yaitu tentang profesionalisme, tentang sebuah komitmen seseorang untuk terus belajar mengasah keahliannya. Dalam konteks ini, mengasah keahlian diri sebagai perempuan, istri, dan juga ibu.

Agar tidak terkesan berat istilahnya, makanya indikator sangat membantu dalam menjabarkan bagaimana profesionalisme itu dapat diasah.

Berikut indikator profesionalisme perempuan versi saya :

Sebagai Individu  


# Intrapersonal

1. Memperbagus ibadah

  • Melakukan ibadah sesuai dengan target yang tercatat dalam buku catatan khusus ibadah
  • Mendengarkan murratal setiap pagi dan/sore (hal ini pun untuk membiasakan anak mendengarkan murratal)
  • Mendengarkan kajian keislaman melalui rekaman, televisi, radio, atau live streaming minimal 1 kali 1 minggu atau membaca artikel di majalah Risalah.

2. Mengembangkan dan mengasah skill sesuai potensi

  • Membaca buku minimal 1 buku dalam 2 minggu (prioritas tema buku : ilmu agama, psikologi, parenting & keluarga, blog, sastra, fotografi/desain grafis)
  • Membaca minimal 1 artikel sehari ( tema prioritas sama dengan buku)
  • Menulis di blog minimal 1 tulisan 1 minggu
  • Terus berlatih memotret yang baik, minimal 1 minggu 1 foto yang di upload ke akun instagram pribadi dengan tagar #belajarjepret
  • Mulai belajar photoshop untuk melengkapi kemampuan dalam mempercantik blog dan juga edit foto, minimal 1 minggu 1 kali praktek, setiap hari Sabtu/Minggu.

3. Menjaga kesehatan

  • Olah raga plank selama 20 detik maksimal setiap hari
  • Sarapan di bawah jam 9 pagi
  • Makan siang dan makan sore/malam teratur (untuk makan malam tidak lebih dari jam 8)
  • Minum air putih 8 gelas per hari
  • Makan buah setiap hari, minimal buah lemon, jeruk atau pisang

# Interpersonal

1.Menjaga hubungan baik dengan orang tua dan mertua dengan cara mengunjungi mereka minimal 1 kali seminggu untuk mengetahui kabar dan kesehatannya, dan kalau memungkinkan bantu meringankan pekerjannya.

2. Menjaga hubungan baik dengan tetangga dengan cara praktekan 5S (senyum, salam, sapa, sopan, santun) dengan bijak, berbagi jika ada rezeki, hindarkan diri dalam obrolan depan rumah yang sering kali ngalor ngidul, bahkan ghibah.

3. Menjaga hubungan baik dengan teman (baik di dunia nyata maupun maya), baik dengan silaturahim langsung ke rumah teman (setiap playdate), membalas chattingan teman terutama jika bertanya, bertanya kabar dengam sahabat yang berbeda kota tempat tinggal.

Sebagai Istri 


1. Selalu mendoakan suami setiap sehabis sholat ataupun pada waktu-waktu diijabah doa. Selalu tersenyum ketika membangunkannya dari tidur.

2. Kurangi keras kepala (karena menurut suami kadang-kadang diriku suka tak nurut, maafkan ya pak suami :D)

3. Selalu menjaga penampilan untuk suami

  • Mandi 2x sehari
  • Berpakaian rapi dan bersih
  • Melakukan facial di skincare/menggunakan masker atau lulur kecantikan sendiri minimal 1 bulan 1 kali
  • olah raga (seperti yang tertulis dalam indikator sebagai perempuan)

4. Menjaga kesehatan dan selera makan suami

  • Memasak menu makanan baru sesuai request suami, minimal 1 bulan 1 kali
  • Mencoba menerapkan gizi seimbang di rumah dengan membuat penentuan menu setiap 10 hari.
  • Selalu menyediakan jahe, buah-buahan (minimal buah lemon, jeruk, atau pisang), dan camilan asin kesukaan suami
  • Membiarkan suami untuk istirahat lebih banyak dalam 2 hari setelah pulang kerja dari luar kota.

5. Menjaga agar rumah selalu rapi, bersih, dan nyaman (setiap 3 bulan membereskan rumah dengan metode Konmari)

6. Lebih mandiri ketika suami tidak di rumah : pergi belanja sendiri untuk menu 1 hari, memperbaiki komputer kalau sedang error, mencuci motor sendiri)

7. Kalau kata pak suami, harus udah bisa nyetir sendiri nih, semoga Allah memberi kemudahan yaa!

Sebagai Ibu 


1.Memberi rasa aman dan percaya kepada anak : memberi salam dan  tersenyum setiap baru bangun tidur, mencium, memeluk, memberi apresiasi (give thumbs up, tepuk tangan, dsb.) atas prestasi yang dicapai anak.

2. Menjaga kesehatan dan selera makan anak

  • Cek berat badan dan tinggi badan 1 bulan 1 kali
  • Membuat catatan khusus kesehatan anak (misalnya mengenai waktu tumbuh gigi, kapan sakit terakhir dan penyebabnya, dsb)
  • Mengajak berenang/jogging 1 bulan 1 kali
  • Membuat menu makan gizi seimbang untuk 10 hari
  • Selalu menyediakan buah-buahan dan camilan sehat

3. Memberdayakan diri sebagai pendidik pertama dan utama

  • Mengamalkan ilmu komunikasi produktif dan memandu kemandirian anak yang ada di buku Bunda Sayang
  • Lebih sabar lagi dalam menghadapi anak yang memiliki tipe belajar kinestetik, yaitu tidak menampakkan emosi marah atau kesal di depan anak ketika anak sangat aktif : baca istighfar, isti’adzah, lalu tersenyum kembali
  • Membangun keimanan, emosi, karakter positif, juga minat baca anak melalui dongeng yang diceritakan setiap malam
  • Membuat menu permainan untuk 3 hari beserta alat dan bahan yang dibutuhkan
  • Mengembangkan daily activity yang telah dibuat untuk menjadi kurikulum pendidikan anak minimal membuat mind mapping untuk 2 tahun usia anak.

Hmm…lumayan juga ya kalau dijabarkan seperti di atas, selain lebih panjang karena ditulis dalam bentuk tulisan, juga lebih jelas dan terarah. Indikator ini saya buat untuk jangka waktu 3 bulan, agar mudah dievaluasi dan mengetahu progress nya sampai dimana.

Kalau ditanya apa strategi untuk konsisten menjalankan indikator yang telah dibuat? Jawabannya adalah fokus, percaya diri, dan tentu saja terus bergerak karena untuk menjadi profesional bukanlah perkara gampang.

Bukankah profesi sebagai dokter spesialis itu tidak mudah? Harus mengikuti rentetan proses belajar hingga sampai pada gelar spesialis? Begitu pun menjalani pofesi sebagai ibu yang begitu besar amanahnya. Semangat!

Bahan Bacaan :

  • Buku Bunda Sayang dan Bunda Cekatan terbitan Gazza Media
  • Materi Matrikulasi #2 Menjadi Ibu Profesional Kebanggan Keluarga
  • Artikel tentang profesionalisme
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s