Jurnal Ibu Pembelajar · ODOPfor99days2017 · Road Map Raaiq

Stiker dan Topi Panci

Setelah 2 hari bepergian ke 4 kota, tubuh rasanya minta terus istirahat. Tapi saya bukan lagi seorang single yang bisa dengan mudah istirahat kapan saja saya mau. Suami sama anak mau kemanakan bun? hehe.

Saya butuh mantra nih,

‘Raise My Child, Raise My Self!’

‘Family first!’

———

Seperti hari-hari sebelumnya, kalau Raaiq sedang on fire, rumah disulap bak ‘workshop’ si kecil untuk bereksplorasi. Loncat, lari, main ini, main itu, injak ini, injak itu, duduk, berdiri lagi, naik kursi, dorong ini, tarik itu. Terbayang kan bagaimana ramenya seisi rumah, padahal makhluk kecilnya baru 1 :D.

Hari ini aktivitas perdananya adalah ‘cabut-tempel’ stiker, yang merupakan kesukaannya. Makanya ketika saya lihat ada stiker nempel di tempat sampah baru, langsung saja saya take action untuk ‘pura-pura’ mencabutnya. Tak ada ajakan.

Benar saja, Raaiq langsung tertarik. Diambil alih lah tempat sampah itu lalu dicabutnya stiker itu. Seperti biasa, setelah berhasil dicabut, ditempelkannya lagi hasil sobekan stiker itu ke dinding.

‘Yeee…’ seru Raaiq setelah berhasil menempelkannya di dinding

Saya pun bertepuk tangan mengapresiasi proses belajarnya.

√ Motorik halusnya terstimulasi

Aktivitas lain yang Raaiq suka adalah ngubek-ngubek dapur. Hari ini, Raaiq berhasil mendapatkan panci kecil dan tutup pancinya. Tak lama, tutup pancinya dibiarkan saja di lantai, dan pancinya, dia simpan di atas kepala seperti topi.

Sambil mesem-mesem tersenyum (karena tahu saya memperhatikan), Raaiq berjalan perlahan menjaga agar pancinya tidak jatuh. Miring sedikit, dia betulkan. Jatuh, pasang lagi di kepala.

Setelah menunjukkan kemampuan pasang topi panci kepada ayahnya, akhirnya aktivitas itu pun selesai.

Saya dan suami pun bersorak atas kemampuan yang ditunjukkan Raaiq.

Raaiq? Sambil tertawa pergi ke kamarnya dan mencari ‘media’ lain untuk bermain yang lain.

√ Latihan keseimbangan badan dan berimajinasi


——-

Hari ini saya lagi dan lagi tersadarkan akan fitrah belajar seorang anak. Bahwa sesungguhnya sudah terdapat keinginan dalam diri seorang anak untuk mempelajari sesuatu secara alami, tanpa diajari secara khusus.

Bagi Raaiq semua yang dilihat, didengar, disentuh, dikecap, dan diciumnya adalah media untuk menumbuhkan fitrah belajarnya.

Tugas saya dan suami lah yang harus memfasilitasinya agar fitrahnya dapat muncul dan berkembang baik.

Prinsipnya belajar itu bisa dimanapun dan kapanpun, bahkan dari siapa pun.

Journal of Azkadia Family,

Rabu, 11012017

#TDoLM_WrittingChallange

#JurnalIbuPembelajar

#Portofolio.FBE.Raaiq18mo

#Day3to7days

#FitrahBelajar

#FitrahBakat

#FitrahJasmani

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s