ODOPfor99days2017 · Road Map Raaiq

Hore, Aku Bisa!

Yuk..yuk..udah 2 mingguan ini keluar rumah terus karena urusan yang tak habis-habisnya. ‘Hari ini main di rumah yuk Raaiq!’ Seru saya kepada Raaiq.

Liat inspirasi dulu deh di buku Rumah Mainnya Mbak Juliah Sarah Rangkuti. Setelah skimming bukunya, terus disesuaikan dengan bahan dan keadaan yang mendesak (alias Raaiq yang sudah gak sabar main kesana kemari). 

Maka pagi ini aktivitasnya adalah ‘Loncatlah dan tangkap Aku’. Ini istilah yang saya buat sendiri sih, tujuan permainannya yaitu untuk melatih motorik kasar (loncat juga lompat), melatih motorik halus (menangkap benda dengan tangan), menstimulus kognitif (mengetahui bagaimana caranya mengambil benda melebihi tinggi badannya), dan yang pasti seru-seruan buat krucil satu ini.

Bahannya sederhana saja : tali rapia, bola-bola kecil warna warni, dan selotip. Bola-bolanya saya tempel berjejer di tali rapia dan tali rapianya saya tempel di palang pintu. Just it! 😁

Selagi saya pasang tali rapia di palang pintu, Raaiq udah mulai aja loncat untuk raih talinya, padahal belum ada instruksi dari saya. Emang lagi seneng belajar loncat sih ini krucil satu, dan ini sesuai dengan perkembangan motorik anak di usianya (1.5 tahun) yang umumnya mulai mampu untuk loncat dan lompat.

‘Yuk, ambil bola-bolanya ka’, seru saya.

Raaiq pun mencoba loncat dan lompat, meski tak satu pun bola bisa diraihnya. Tapi tetep aja krucil kegirangan dan berulangkali Raaiq melakukannya.

Nah, selagi Raaiq masih berusaha, saya coba ambil HP dulu untuk mendokumentasikan kegiatan pagi ini. Eh pas diliat lagi, ini anak lagi ambil dan nyeret kursi kecilnya, ke arah palang pintu. Seketika itu saya agak berteriak memanggil ayahnya untuk melihat aksi Raaiq, ‘Ayaah, liat deh sini..’.

Saya kira, Raaiq punya ide untuk ambil bola dengan menaiki kursi padahal saya belum tahu persis apa yang akan dilakukannya dengan kursi itu. Saya keburu kegirangan dengan asumsi saya sendiri tentang apa yang akan dilakukan Raaiq dan langsung berteriak memanggil ayahnya. Alhasil, Raaiq terdistraksi konsentrasinya, dan jadinya hanya nyeret-nyeret aja kursinya.

*tetooot*

Pelajaran banget nih buat saya agar jangan terlalu menampakkan kegirangan (akan kemampuan yang ditunjukkan anak), sebelum aksinya memang benar-benar ditunjukkan anak. Kalau gak, ya seperti tadi lah kejadiannya, anak malah terdistraksi konsentrasinya.

But, wait..

Setelah kursinya tidak diseret lagi dan dibiarkan di pojok kamar. Ternyata Raaiq ambil benda lain, krucil ini mengambil tongkat dari box alat mainnya.

Lalu, Blasshhh!

Bola-bola yang tadi berjejer akhirnya berjatuhan karena dipukul Raaiq dengan tongkatnya. ‘Horeee..’, saya, Raaiq, dan ayahnya pun bersorak karena bolanya berhasil lepas dari tali rapianya. 

‘Horee..Aku bisa meraih bolanya bunda..’, begitu mungkin pikiran Raaiq. 

Meski bukan tangan kecil Raaiq yang meraih bola itu, tapi ide Raaiq memukul bolanya untuk mengambilnya itu merupakan hal yang sangat patut diapresiasi. 

Great job, boy!

Journal of Azkadia Family 

Took place : Kamis, 19 Januari 2017

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s