Bunda Sayang Challange · ODOPfor99days2017 · Road Map Raaiq

Benda Terbang, Bunda Tertantang (1)

Bundas, pernah ngalamin masa-masanya anak lempar-lempar benda gak? Pastinya pernah ya *jawab sendiri 😂.

Sekarang saya juga lagi ngalamin nih, ngadepin anak kecil saya (18 bulan 3 minggu), yang lagi seneng-senengnya lempar ataupun jatuhin barang dimana saja. Yang paling favorit sih lempar remote TV, kebiasannya adalah naik kursi dan ambil posisi berdiri kemudian melemparnya ke bawah. *Praakk* jatuhlah itu remote TV, dan anak kecilku pasang muka cool 😁.

Kalau anak kecilku ini sedang asik dengan satu mainan di tangannya kemudian melihat ada mainan yang lain. Maka dijatuhkannya lah mainan sebelumnya karena tergoda mainan yang lain.

Wajar ya kayaknya bun, namanya anak usia ini, selain lagi senang trial and error, juga kontrol dirinya belum sempurna karena pengetahuan anak akan dunia pun masih terbatas. Mana benda yang harus disimpan dengan pelan, mana benda yang gampang pecah, kapan dan bagaimana melempar benda yang benar, dan sebagianya.

Makanya saya sadar diri, inilah tugas saya sebagai ibu untuk menunjukkan kepada anak apa yang sebaiknya dilakukan. Dan dibutuhkan komunikasi produktif untuk membimbing anak agar menunjukkan perilaku yang sesuai.

So, challange saya sekarang adalah memberitahu anak untuk tidak melempar benda (terutama yang saya fokuskan sekarang adalah lempar remote TV), dengan menggunakan komunikasi produktif. 

Hari ini, Rabu, 25 Januari 2015, beberapa teori komprod saya kerahkan agar anak tidak melempar remote TV.

Situasi 1

Saya : ‘Ka, remote tempatnya di kursi ya, jadi simpen aja di kursi’ (fokus pada solusi bukan masalah)

Anak : melihat mata saya, tapi selanjutnya masih melakukan.

Note => belum berhasil 

Situasi 2 

Saya : ‘Ka, bunda inginnya, kaka simpen remotenya di kursi aja ya’ (mengatakan apa yang saya inginkan, bukan yang tidak diinginkan)

Anak : berlalu saja 

Note => ternyata memilih diksi itu perlu mikir juga 😀

Situasi 3

Saya : Sambil mendekatinya dan menggendongnya saya katakan, ‘kakak sayang, coba simpannya pelan-pelan ya nak, gak dilempar. Kalau dilempar remotenya rusak, kalau rusak TV nya gak bisa dinyalain.’ (Menggunakan kata tidak/gak tapi memberikan penjelasan lebih lanjut)

Anak : hmm…

Note => kayaknya penjelasannya terlalu panjang ini :D.

Situasi 4 

Saya : sambil menggendongnya di pangkuan, kemudian menciumnya terlebih dahulu, dan membisikkan ke telinganya. ‘Wah, remotenya jatuh lagi ya. Ambil remotenya lagi yuk sayang. Tuh di bawah, yuk sayang..’

Anak : mengambil remote,sambil tersenyum..

Noted => berhasil sedikit lagi, karena anak hanya mengambilnya, tapi belum sampai menyimpannya kembali.

Yup, maa syaa Allah ternyata untuk membiasakan komunikasi produktif kepada anak lumayan menguras pikiran juga. Ini baru satu kasus, belum kasus lain yang belum terpecahkan. Tapi harus bisa! Demi peradaban yang lancar jaya :D.

Mari kita lihat kemajuan di hari-hari berikutnya. Semangat!

#hari1

#tantangan10hari

#komunikasiproduktif

#kuliahbunsayIIP


Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s