Bunda Sayang Challange · ODOPfor99days2017

Aliran Rasa Bunda (Kunci Komunikasi Produktif)

Every journey begins with a single step ~ Setiap perjalalan panjang dimulai dari satu langkah

Inilah perjalanan panjang untuk menjadi ibu profesional, haruslah dimulai dari satu langkah meski itu kecil. Dan langkah pertama sering kali berat untuk dilakukan, begitu lah rasanya ketika saya mulai menapaki materi pertama di Bunda Sayang tentang komunikasi produktif ini. Bukan hanya materi yang secara kognitif harus diserap tetapi bidang psikomotor pun dituntut dilakukan alias ACTION!

Sempat bingung bagaimana melakukan family forum sebagai tantangan pertama di game level 1 #KomunikasiProduktif ini, pasalnya waktu itu suami sedang kerja di luar kota. Ya karena idealnya kalau disebut family forum berarti semua anggota keluarga hadir kan? Tapi saya pikir ini bukan harus jadi rintangan, tak perlu dipersulit, dibuat mudah sajalah. Tak ada suami, komprod (begitu kami di Institut Ibu Profesional menyebut singkatan dari komunikasi produktif) kepada anak jadi pilihan terbaik.

Bukan namanya tantangan jika tak ada rintangan menghadang. Komunikasi produktif terhadap anak adalah bukan hal mudah jika memang tidak terbiasa melakukannya. Itu yang saya rasakan, semakin saya mencoba menerapkan bagaimana komprod kepada anak, semakin saya aware akan kesalahan-kesalahan komunikasi yang selama ini kurang saya sadari. Terutama di diksi atau pilihan kata ketika berkomunikasi dengan anak (baik itu ketika menegur, memberi pujian, memberi penjelasan akan sebab-akibat dari perilaku anak, menyatakan larangan dan sebagainya).

Selama 10 hari, saya terus mencoba ber-komprod-ria, tak langsung berhasil, ada saja setiap harinya cerita kegagalan yang saya torehkan. Tapi betul bahwa hasil itu tak membohongi usaha, meski saya masih jatuh bangun membangun pondasi komprod yang baik, tapi ternyata mulai terlihat hasilnya.

Ketika saya membuat program komprod ‘supaya anak tidak melempar barang’, anak sudah mulai bisa untuk menyimpan kembali barang yang dilemparkannya itu ke tempat semula. Padahal sebelumnya cuek-cuek saja membiarkan barangnya tergeletak begitu saja.

Selain itu, hasil yang saya petik dari tantangan 10 hari kemarin yaitu semakin yakinnya saya bahwa jiwa yang positif lah yang menjadi kunci lancar dan suksenya komprod. Makanya ketika saya kecolongan melenceng dari jalur komprod, segeralah saya berpegang teguh pada kunci itu. Stay positive Mom! Stay positive Mom! Begitu saya membisiki Si Jiwa yang lagi khilaf :).

Termasuk komprod pada pasangan, kunci itu tetap jadi andalan. Stay positive Mom! 

Ditambah setelah mempelajari materi lanjutan tentang model-model transaksi komunikasi, bagaimana saya sebagai manusia dewasa bisa mengatur antara peran ego orang tua, ego anak, dan ego dewasa ketika berkomunikasi dengan suami.

Ini mah, makjelb banget! Ternyata oh ternyata, komunikasi di antara kami banyak yang harus diperbaiki. Pantesan, lumayan sering juga kami salah paham.

Dan alhamdulillah, sudah hampir 10 hari suami pulang ke rumah, kesalah pahaman yang biasa terjadi sudah mulai tereliminasi satu per satu.

Sekarang, badge tanda kelulusan mengikuti tantangan sudah saya dapat. Tapi ini bukanlah akhir dari tantangan, tapi tanda bahwa saya harus selalu aware untuk terus berusaha berkomunikasi produktif.

Maka kunci-kunci yang saya dapat dari tantangan 10 hari ini adalah :

1. Stay positive (thinking & feeling).

2. Be aware, terutama dalam pembiasan dalam menggunakan diksi yang sesuai.

3. Keep trying, karena ‘hasil tidak membohongi usaha’.
*Tulisan ini diikutsertakan pula dalam program #1minggu1cerita 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s