Bunda Sayang Challange · ODOPfor99days2017 · Road Map Raaiq

Yes, Hari ini Raaiq Berhasil!

Garut, 25 Februari 2017

Setelah hampir 1,5 bulan tertunda, akhirnya toilet training untuk Raaiq (19 bulan) bisa mulai untuk dilakukan. Betul sekali, hal yang paling sulit adalah memulai, dalam hal ini memulai untuk melakukan toilet training. 

Ada 3 faktor yang saya analisis, mengapa toilet training ini bisa tertunda :

Pertama, ada beberapa acara keluarga yang mengharuskan keluarga kecil kami sering keluar rumah, sehingga masih saya pakaikan Raaiq pospak.

Kedua, kembali beradaptasi dengan pekerjaan baru yang saya geluti. Meski hanya 3 hari kerja, tetapi cukup menguras atensi apalagi terkait keamanan dan kesehatan Raaiq. Karena saya harus mendelegasikan dengan perlahan tugas menjaga Raaiq kepada ‘teteh’ yang membantu di rumah. Akhirnya, saya fokuskan dulu untuk pembiasaan ‘teteh’ ini menjaga Raaiq sesuai dengan kebiasaan saya, seperti kapan mandi, kapan makan, menyiapkan mainan dsb.

Ketiga, ada perasaan belum siap dalam diri saya untuk memulai toilet training ini. Maklum, saya orangnya emang paling apik banget sama air kencing (najis) dari dulu. Raaiq pasti perlu proses untuk bisa pup dan pee di toilet, akan ada saatnya ngompol di lantai atau tempat lain selain di toilet pastinya. Gak apa-apalah kalau di rumah sendiri, saya bisa ngebersihin najis dengan standar yang biasa saya lakukan, sampai masuk ke taraf yakin kalau udah gak ada najis lagi 😁 (2-3 kali dipel, terus radius beberapa cm dari TKP ngompol pun biasanya saya pel juga). Nah, sekarang kan saya masih sering di rumah ibu mertua dibanding rumah sendiri, ditambah kalau saya kerja, ‘teteh’ yang bantu jaga Raaiq memang sengaja jaganya di rumah ibu mertua, biar ibu mertua bisa mantau juga katanya. Jadi kalau pakai standar yang saya gunakan, belum tentu semua orang sama kan. Hehe..

Sekarang, alhamdulillah faktor 1 sudah berlalu, faktor 2 sudah mulai terbenahi (meski terus dievaluasi setiap minggunya), dan faktor 3 sudah tercover dengan motivasi tinggi saya untuk membuat anak mandiri. Karena dengan mandiri anak bisa membangun kepercayaan dirina. Jadi saya pikir, penundaan proses kemandirian anak sama artinya dengan menunda tumbuhnya kepercayaan diri anak.

Dan ternyata alhamdulillah, hari ini Raaiq berhasil pee di toilet dengan rata-rata ke toilet setiap 1 jam. Dan tidak ada tuh najis yang bercecer, aman sentosa, hehe.

Reaksi Raaiq ketika proses toilet training gimana?

Wah alhamdulillah, dia mah enjoy-enjoy aja. Mungkin ini hasil dari sounding yang terus saya utarakan kepada Raaiq dari jauh-jauh hari. Jadi Raaiq sudah ada ‘persiapan’ untuk melalui proses ini.

‘Yuk kak kita pipis dulu ke toilet’, saya mengingatkan.

‘Pipis..’, ujar Raaiq sambil jalan ke toilet.

Hari ini memang bukan hari pertama Raaiq toilet training, pernah beberapa kali Raaiq ngompol di celana, apalagi kalau minum susu banyak. Tapi inilah proses, tidak akan bisa langsung beres, saya  belajar menikmati proses membiasakan Raaiq pergi ke toilet, Raaiq belajar mengendalikan dorongan alami yang dimilikinya, dan Ayah pun punya andil dalam memberikan dukungan penuh selama proses ini.

Yes, we can Azkadia!

#Gamelevel2

#KuliahBunSayIIP

#MelatihKemandirian

#Hari1

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s