Bunda Sayang Challange · ODOPfor99days2017 · Road Map Raaiq

Kemandirian di Pagi Buta 

Garut, 8 Maret 2017

Uniknya anak saya, Raaiq, kalau capek bukannya tidur lelap malah tidur kurang enak di malam harinya. Biasanya tengah malam atau dini hari bangun keukeuh ingin keluar kamar tidur dan pergi ke ruang keluarga. Tak hanya itu, Raaiq melakukan aksinya dengan rengekan. Kebayang kan gimana gaduhnya suara anak di tengah kesunyian manusia dan alam yang sedang terlelap? Heuheu.

Yang dilakukan Raaiq, biasanya hanya duduk di kursi kecilnya, terus beralih ke mobil-mobilannya, atau memainkan apapun yang ada kotak mainannya. Saya pikir, sebetulnya Raaiq pun tidak mengerti apa yang diinginkannya di tengah malam atau pagi buta seperti itu, karena pada dasarya dia pun capek. Termasuk emaknya nih yang terpaksa harus melek nemenin si anak.

Kalau sudah menghadapi anak yang bangun tengah malam begitu, kunci untuk stay positive selalu saya pegang. Karena kalau tidak begitu, bisa-bisa saya emosi juga menghadapi anak yang bangun dan merengek, belum lagi kondisi saya yang juga sedang ngantuk.

Dini hari ini pun, Raaiq terbangun di jam 1 malam. Seperti biasa Raaiq merengek dan ingin keluar kamar, tak hanya itu Raaiq ingin makan. Lapar memang sepertinya, soalnya hari sebelumnya Raaiq cukup susah untuk makan.

Akhirnya, saya ambilkan sepiring nasi dengan abon dan juga satu gelas susu. Betul saja, susu yang saya buatkan habis setengahnya dan beberapa suap abon dilahapnya, meski tanpa ditemani nasi. Nasi sisanya, malah Raaiq tumpahkan. Habis itu, Raaiq ambil tempat minumnya sendiri, di atas lemari di kamar tidur, yang biasa saya simpan kalau Raaiq ingin minum tengah malam.

‘Oh oke, Raaiq lagi minum’, pikir saya. Maka saya biarkan Raaiq dengan tempat minumnya, sambil saya simpan piring nasi dan nasi tumpahan hasil aksi Raaiq tadi ke dapur.

Oow, ternyata ditumpahkan pula itu air di dalam tempat minum, sehingga lantai basah tepat di depan pintu kamar. Sedikit emosi negatif saya terpantik, ‘kaka, kenapa sih airnya ditumpahin, kan jadi basah, udah kaka diem dulu disini (di atas tempat tidur)’

Tapi belum 5 menit, saya udah nyesel aja, ‘ah ka, maafkan bunda’ hati saya bicara. 

Bukan namanya Raaiq juga yang bisa diam menunggu, meski diminta untuk diam ketika saya membersihkan lantai yang basah, Raaiq tak sabar lagi untuk main ke ruang tengah. Kali ini mobil kecilnya menemani Raaiq bermain. 

Sampai tiba waktunya, Raaiq merasa ngantuk dan cepat-cepat saya ajak ke kamar untuk tidur. Tak ada penolakan. Tapi sebelum meninggalkan ruang tengah, saya bereskan dulu 2 mainan mobil kecilnya di lantai. Tak ada pikiran saya untuk melatih kemandirian Raaiq untuk membereskan mainan di pagi buta itu, yang ada saya hanya ingin segera tidur dan ketika pagi rumah tak berantakan.

Selesai saya membereskan 2 mainan kecilnya di tempat biasa, Raaiq berkata, ‘itu nda…’, menunjuk pada mainan truknya.

‘Oh iya, truknya belum Bunda simpan ya, coba sayang simpan di tempatnya nak.’ Saya coba memberi motivasi Raaiq. Alhamdulillah, Raaiq pun bisa menyimpan mainan sendiri di tempatnya.

Meski bangun di pagi buta seperti itu, tapi momen berharga malah hadir disana. Yeay! Raaiq inisiatif simpan mainan sendiri!

I proud of you, kaka Raaiq!


#GameLevel2

#KuliahBunsayIIP

#MelatihKemandirian

#Hari8

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s