Bunda Sayang Challange

Aliran Rasa : Family Project

Sudah saya coba mengkomunikasikan dengan suami perihal keinginan saya untuk tinggal berdua dengan anak ketika beliau pergi bekerja, karena saya pun ingin menjadi istri dan ibu yang mandiri. Tetapi ternyata, kasih sayangnya terhadap kami begitu besar, izinnya sudah didapat tapi tak seutuhnya diberikan. Alasannya membuat saya tak kembali berargumen, yaitu masalah keselamatan. Maka saya coba simpan rapi kembali keinginan untuk mandiri tersebut di kotak penyimpanan rasa, hingga tiba saatnya kotak itu harus kosong dengan keinginan yang sudah terpenuhi. 

Inilah sedikit tantangan unik bagi kami ketika melakukan family project. Family forum sudah berjalan dengan baik, target dan sasaran juga bahan sudah terencana dengan baik. Nah, ketika pelaksanaan berlangsung, muncullah aksi tenteng menenteng bahan baku family project dari rumah ke rumah mertua saya. Sehingga pada akhirnya, family project perdana kami selesai bukan di rumah kecil kami melainkan di rumah mertua saya.

Sempat disentuh rasa optimis untuk melakukan tantangan lebih dari 10 hari, tetapi ternyata Allah meminta saya untuk sekedar rehat berbaring di atas tempat tidur, meminta saya merenung betapa mahalnya sebuah kesehatan, betapa perlunya bersyukur atas kebugaran. Ya, saya sakit, sehingga family project pun akhirnya tertunda cukup lama. Apalagi suami pun mendadak harus pergi ke kantor di Jakarta, sehingga bahan-bahan family project hanya bisa saya pandangi saja.

Tetapi semangat teman-teman seperjuangan di grup Bunda Sayang BCCG begitu besar dan tentu menular pada saya. Tak ada alasan untuk sekedar berkata ‘menyerah’, tapi ini adalah ‘tantangan’. Tantangan besar untuk diselesaikan dengan keunikan kondisi setiap peserta ajar di kelas Bunda Sayang Institut Ibu Profesional. Tantangan bagi saya untuk terus menyelesaikan family project dengan waktu yang tersisa dan kondisi yang tengah saya hadapi.

Akhirnya family project perdana kami selesai. Meski ayah hanya cukup menjadi sponsor yang memberikan dukungan (karena harus bekerja), tetapi saya dan Raaiq sangat senang dapat menyelesaikan tantangan ini.

Alhamdulillah, family project ini membuat kami selalu menjaga kata optimis dan juga menjaga cita-cita kami dalam menyambut diri sebagai keluarga yang seru sebagai sebuah tim. Dengan family project, kami mendapatkan celah-celah ide untuk memperkuat ikatan di antara kami dengan ide kegiatan yang beragam dan juga terencana. Dengan adanya tantangan family project ini pun membuat kami sadar bahwa dari family forum yang hanya ‘sekedar’ ngobrol bisa menjadi projek terencana yang mewadahi seluruh potensi anggota keluarga.

Semangat untuk terus belajar dan berproses!

My Family My Team!

-Keluarga Azkadia-

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s