Bunda Sayang Challange · ODOPfor99days2017

Menemukan Gaya Belajar Anak_5 

Hari ini masih tentang kereta. Kereta baru yang dibelikan ayahnya sekitar 2 minggu yang lalu. Kereta tanda sayang ayahnya, karena anaknya sedang diterpa emosi kuat berupa kekesalan dan kemarahan akibat kurang tidur karena terserang pilek. Maka, sampai saat ini kereta jadi primadona mainan yang dimainkannya. 

Tadi sebelum tidur, saya lihat Raaiq mencoba memasukka rel kereta -yang masih dalam keadaan tersusun melingkar- ke dalam kardus tempat penyimpanannya. Saya hanya memintanya untuk beres-beres mainannya sebelum tidur (alhamdulillah salah satu daftar kemandirian sudah mulai mampu dilakukan, yaitu membereskan mainannya sendiri :D).

Lalu Raaiq pun langsung memasukkan rel kereta itu ke dalam kardus yang ukurannya lebih kecil dari bentuk rel kereta itu (pastinya tidak akan masuk dong :D). Saya biarkan dia mencoba, setelah melihat Raaiq kesusahan, saya coba memberi saran untuk memotong/melepaskan dahulu bagian-bagian kecil rel nya. Raaiq pun melakukannya dengan baik dan akhirnya rel kereta bisa masuk ke dalam kardusnya.

Cara Raaiq memasukkan langsung mainannya (rel kereta), tanpa bertanya bagaimana caranya merupakan gaya belajar kinestetik.

Tapiii…

Raaiq memiliki pengetahuan tentang bagaimana cara memasuklan mainan ke tempatnya karena faktor ‘peniruan’ dari kami orang tuanya yang berusaha menjadi role model bagaimana membereskan sesuatu setelah dipergunakan. Itu artinya Raaiq mengandalkan gaya belajar visual. 

Sebetulnya Raaiq bukan tipe yang susah move on dari satu mainan sih. Mainan apapun yang membuat dia interest, akan dimainkannya dengan atensi yang baik. Jika diberi mainan yang baru, awalnya Raaiq tidak akan terlalu lama memainkannya, biasanya kita yang orang dewasa malah yang antusias menjelaskan dan memperlihatkan kepada Raaiq bagaimana mainan tersebut dimainkan. Tapi nanti setelah tahu dan mampu memainkannya, Raaiq akan memainkannya dengan baik. Ini bukti juga kalau Raaiq mengandalkan gaya belajar visual. 

Oke, sampai tulisan ini dibuat, kesimpulan sementara adalah bahwa Raaiq mengembangkan gaya belajar visual-kinestetik.

Eh tapi, ini anak juga cerdas dalam menangkap dialog di sekitarnya dan biasanya mengucapkan kembali dengan benar. Seperti yang saya tuliskan di postingan sebelumnya, bahwa Raaiq sudah pandai menyanyi juga menghafal suray al-Fatihah karena sering kali saya dendangkan lagu. Ini bukti kalau gaya belajarnya auditori juga kah?

Maka saya berpikir, apakah seorang anak yang dalam masa 0-7 tahun memang mengembangkan ketiga gaya belajarnya? Berhubung dalam masa ini anak sangat lekat dengan istilah ‘meniru’. Meniru apapun dari role modelnya, yang pastinya butuh modalitas di ranah auditori, visual, maupun kinestetik. Atau setiap anak punya kecenderungan berbeda, tergantung stimulus yang diberikan, termasuk Raaiq? 

Mari terus cari tahu!

#Hari

#Level4

#KuliahBunsayIIP

#GayaBelajarAnak

Advertisements

2 thoughts on “Menemukan Gaya Belajar Anak_5 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s