Bunda Sayang Challange · ODOPfor99days2017

Menemukan Gaya Belajar Anak_8

Hari Rabu kemarin tiba-tiba teteh yang biasa ngasuh Raaiq gak masuk. Padahal jam menunjukkan pukul 07.05, sudahlah berarti saya akan kesiangan ke sekolah. Terpaksa juga Raaiq harus dititip ke ibu mertua, gak enak juga sebenarnya, pastinya ibu mertua pun memiliki urusan yang harus diselesaikan. Sudah menawarkan agar Raaiq saya bawa saja ke sekolah, tapi ibu mertua menolak. Gak apa-apa katanya, nanti juga banyak yang nemenin, yaitu saudara-saudara sepupu Raaiq. 

Baiklah, akhirnya saya pun berangkat setelah mengantar ibu mertua dan Raaiq ke rumah saudara.

Seperti biasa, pulang sekolah saya menanyakan apa saja yang dilakukan Raaiq. Kata ibu mertua, Raaiq menolak untuk memainkan mainan baru dari Abahnya yang pulang dari umrah. Mainan mobil dan mainanpenguin yang bisa berjalan dan bersuara cukup nyaring.

‘Jangan..jangan…Aiqq takut..’, katanya ketika mainan itu disodorkan.Disentuh dadanya pun berdetak sangat cepat, cerita ibu mertua.

Nah, itulah Raaiq kalau ada suara dari mainan baru, anak ini selalu menolak dan cenderung takut mendengar suaranya. Malah kadang sampe minta digendong dan tangannya memegang erat tubuh saya atau ayahnya. Kami selalu coba sedikit-sedikit menetralkan emosinya dengan menjelaskan bahwa tidak ada bahaya yang ditimbulkan mainan tersebut sambil kami terus menunjukkan bagaimana cara memainkannya. Dan memang pada akhirnya Raaiq pun akan bereaksi biasa setelah sebelumnya menunjukkan emosi yang cukup kuat.

Hmmm…

Sambil ngobrol santai dengan ibu mertua, saya coba menganalisis kembali apa gerangan yang terjadi dengan Raaiq.

Mungkin Raaiq memiliki pendengaran yang lebih sensitif, seperti ayahnya. Tapi sama petir sama sekali tidak takut ya..

Mungkinkah Raaiq termasuk anak yg hipersensitif pada indra pendengarannya ya? jadi suka takut pada beberapa jenis bunyi-bunyian. 

Bisa jadi sih ini, berarti saya harus sedikit demi sedikit kasih terapi kepada Raaiq, yaitu mendengarkan dari suara yang lembut menunu suara yang keras. 

Daan, tiba-tiba saya pun dapat hasil analisis yang lain. 

Mungkin, Raaiq memang ada kecenderungan bergaya belajar kinestetik. Dia akan lebih suka memainkan dahulu sendiri mainan yang baru dari pada kita memperlihatkan dan memberitahu cara mainnya. Karena sering kali, kita yang orang dewasa yang semangat untuk menunjukkan bagaimana cara memainkannya pada Raaiq, artinya kami yang orang dewasa yang terburu-buru memberi stimulus, tanpa memberikan kesempatan pada Raaiq bagaimana cara enjoy dia dalam ‘menghadapi’ mainan baru.

Jadinya Raaiq kaget dukuan dengan suara mainanan. Padahal, meski Raaiq ketakukan pada awalnya, tapi setelah itu Raaiq enjoy saja memainkan mainannya. 

Oke-oke, kita coba lagi, kita ganti stimulusnya. Tidak langsung diperlihatkan bagaimana cara sebuah mainan baru bergerak atau beroperasi sebelum Raaiq mencobanya sendiri. Kita lihat apakah reaksi Raaiq terhadap suaranya sama? 

#Hari8

#Level4

#KuliahBunsayIIP

#GayaBelajarAnak

Advertisements

One thought on “Menemukan Gaya Belajar Anak_8

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s