Bunda Sayang Challange · ODOPfor99days2017

Waktunya Bunda Baca

Sebetulnya target baca Ramadhan kali ini tuh buku Fitrah Based Education karya Ust. Harry Santosa. Eh tapi mau bilang apa, sampai 10 terakhir Ramadhan pun cuma berapa lembar yang sempat dibaca.

Memang bisa dibilang waktu baca paling efektif bagi saya itu malam hari, kalau Raaiq udah tidur lelap. Tapi sekarang Raaiq tidurnya jam 10 malam, jadi Bundanya susah cari waktu baca biar tenang. Kalaupum siang hari mau baca, bisaaaa tapi sebelum 1 halaman selesai baca, anak udah ngajak main lagi. Dan jujur aja kalau anak saya ini ditinggal baca buku atau kegiatan yang butuh konsentrasi, suka kadang jadi was-was emaknya. Khawatir jatuh lah, atau tumpahin air lah, yang pasti kalau anak ini masih on bisa dibilang perhatiannya harus 90% sama doi. 

Nah, sayangnya kalau Raaiq tidur siang, Bunda yang ngelonin pun ikut terlelap. Ditambah seminggu yang lalu Raaiq sariawan dan demam, alhasil tidur siang dan malamnya pun terganggu. Mata bundanya pun jadi tak terkondisikan untuk baca, yang ada ikut ngantuk karena sama-sama terganggu tidur.

Ya sudah saya pikir, dari pada tidak baca sama sekali, saya pun selalu sempatkan baca artikel-artikel yang berseliweran di medsos, terutama WA dan FB.

Karena ini 10 hari terkahir, banyak di grup WA yang share buku digital tentang keutamaan 10 hari terakhir dan catatan tentang i’tikaf.

Melalui penjelasan K.H. Aceng Zakaria, yang merupakan Ketua Umum Persatuan Islam (Persis), saya jadi diingatkan kembali bahwa i’tikaf itu bukan hanya sehari dua hari saja, atau bahkan hanya ikut di malam ganjil saja. Tapi i’tikaf itu sepaket 10 malam terakhir (atau 9 malam terkahir jika 29 hari). Untuk selengkapnya bisa dibaca artikel berikut, K.H. Aceng Zakaria : I’tikaf dan permasalahannya.

Selain itu, pas saya surfing di FB saya menemukan artikelnya teh Shanty Dewi Arifin, tentang keterampilan sosial. Judul lengkapnya ‘Mengembangkan Keterampilan Sosial Anak bersama Anna Surti di Seminar Parenting SGM Eksplor Bandung‘. Pas banget buat saya yang lagi seneng baca artikel tentang social skill.

Oleh-oleh seminar dari teh shanty ini alhamdulillah membantu saya dalam memahami kembali seberapa pentingnya katerampilan sosial ini untuk kesuksesan anak di masa depan. Oia, di artikel ini pun dituliskan bedanya attachment dan bonding loh! Saya pun tepok jidat, oooh itu toh bedanya 😀. #kemanaajasaya

#GameLevel5

#Tantangan10Hari

#KuliahBunsayIIP

#ForThingsToChangeIMustChangeFirst

#3

Advertisements

4 thoughts on “Waktunya Bunda Baca

    1. Kalau bonding satu arah teh (misalnya ibu merasa dekat dengan anaknya, tapi belum tentu anaknya merasa seperti itu). Nah, klo attachment 2 arah (misalnya antara ibu dan anak sama2 merasa dekat)

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s