Bunda Sayang Challange

Aliran Rasa : Math Around Us 

Mengawali hari bermain bersama anak itu jadi mood booster tersendiri bagi saya. Melihat anak senang, bahagia, ceria, dan bersemangat itu jadi aliran energi untuk menumbuhkan ide-ide lain dalam membangkitkan fitrah belajar anak.

Tapi rasanya minggu-minggu terakhir yang dilalui, tak begitu menarik. Alasannya, cuaca di kota kami sedang tak ramah anak, pun bagi dewasa. Angin kencang yang membawa udara kering, menarik lagi kami kembali ke rumah. Padahal sensasi bermain di luar itu selalu terasa beda, lebih seru, dan anak bisa bergerak lebih bebas untuk menyalurkan energinya.  

Ingin saya mengajak Raaiq pergi ke lapangan luas dekat rumah, mengajak mengambil daun kering, lihat ayam yang ada di sekitar komplek, main serodotan di TK dekat rumah enin, atau main pasir di lapangan olah raga umum.

Makanya, begitu mendapat tantangan dalam stimulasi matematika logis ini, selain memanfaatkan benda-benda yang ada di rumah, di hari ke-5 tantangan, saya mencoba membuat water pipes di halaman rumah, untuk kembali mengingatkan Raaiq tentang konsep ‘turun-naik’ dan konsep arah lainnya. Meski cuma di halaman rumah, minimal dapat mengusir sedikit kejenuhan karena beraktivitas di dalam rumah terus.

Qadarullah, karena saya yang terlalu bersemangat main di luar, sampai-sampai anak baru bangun tidur langsung diajak main air. Yaaaa anak mana juga yang gak suka air, akhirnya masuk angin deh Raaiq, lalu berlanjut ke diare. Selama hampir satu minggu makanan tidak masuk ke tubuh Raaiq. Ditambah, saya akhirnya terkena diare pula. Hmm…lumayanlah ya, barengan sakit sama anak itu rasanya asam-asin-pahit 😂.

Tapi, tagline tantangannya membuat saya terus berbinar untuk menstimulasi matematika logis Raaiq. Math around us! Tak bisa main di luar tak apa, ditaqdirkan sakit diterima saja…karena menyanyikan lagu angka pun jadi stimulasi kok, menghitung kerupuk yang ada di atas bubur juga bisa, menebak kerupuk mana yang lebih besar juga in syaa Allah jadi stimulus bagi Raaiq. Tagline tantangan kali ini, membuat alergi saya terhadap matematika tak terlalu menguat lagi. 

Apalagi respon Raaiq terhadap stimulasi yang diberikan membuat saya selalu bersyukur atas kemampuan yang ditunjukkannya. Alhamdulillah untuk kemampuannya dalam membandingkan besar dan kecil, membedakan arah, membandingkan jumlah sudah terbilang cukup baik.

Meski dokumentasi challange kali ini hanya sampai 5 hari, karena kondisi tubuh yang kurang memungkinkan untuk menatap hp berlama-lama. Yang terpenting semangat belajar terus bertumbuh dan membakar jiwa kami. Demi peradaban yang lebih baik. 😎😎

We love math! Because math is around us! Math for life! 

#AliranRasa

#ILoveMath

#MathAroundUs

#KuliahBunsayIIP

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s