Life Experience · ODOPfor99days2017

Saya, Raaiq, dan Toxoplasma 

Assalamu’alaikum bunda-bunda pembelajar. Jumat hangat ini, perkenankan saya membagi pengalaman saya, anak asli Garut, si banana lovers 🍌🍌🍌🍌😍

Saya adalah anak pertama dari 4 bersaudari. Semua saudara saya perempuan dan juga sama-sama berinisial S. 

Ingat lagunya 4S (senyum, salam, sapa, sopan santun) dari tim nasyid Tazakka gak bun? Sering tuh dilpesetin jadi Sofi, Syifa, Shofa, Silma 😁. Nah itu dia nama saudari saya. 

Meski ibu dan bapak masih mengharapkan hadirnya sosok jagoan kecil di keluarga, tapi sampai kapan pun tak mungkin ibu memiliki anak laki-laki. Tahun 2009 lalu, qadarullah rahim ibu harus diangkat. 

Sebabnya karena adanya kelainan yang disebut endometriosis, yaitu adanya jaringan rahim yang tumbuh di luar rongga rahim, sehingga ibu selalu merasakan sakit yang luar biasa jika menstruasi. 

Makanya, satu-satunya harapan adalah punya cucu laki-laki. Dan alhamdulillah harapan itu Allah kabulkan. 10 bulan setelah saya menikah, lahirlah jagoan kecil kami, Raaiq Ahmad Farras. Karena kepala baby nya tak kunjung masuk ke panggul dan kontraksi pun tak mampir-mampir, akhirnya kami memutuskan untuk caesar. 

Terbayang ya bun, bahagianya saya dan suami. Juga orang tua kami yang sama-sama memiliki cucu pertama kalinya.

Singkat cerita, 2 minggu setelah kelahiran, Raaiq masih kuning. Hasil konsultasi ke DSA, kemungkinan itu adalah breastmilk jaundice. Tapi setelah 1 bulan, kuning anak saya masih juga bertahan, hasil lab kadar kuningnya pun menunjukkan angka yang sama saja, tak banyak berubah. 

DSA menganjurkan untuk cek lab lagi, untuk tes CMV dan toxoplasma. Tak hanya itu, Raaiq pun dianjurkan untuk USG organ hatinya ke lab khusus di Bandung.  Pikiran saya mulai tak tenang, khawatir hasil lab menunjukkan hal yang tak diinginkan.

Alhamdulillah tak ada gangguan ataupun kelainan pada organ hatinya. Tapi hasil lab CMV dan toxo berkata lain, hasil yang membuat air mata saya terus keluar dan kekhawatiran yang begitu besar akan akibat yang ditimbulkan 2 virus TORCH itu. Dari sana saya tahu, bahwa si virus-virus itu pernah aktif dalam tubuh saya ketika saya mengandung, dan ketika saya melahirkan anti-bodinya ikut ke badan Raaiq melalui tali pusar. Itu sebabnya Raaiq mengalami kuning hampir 3 bulan lamanya. 

DSA menganjurkan untuk selalu cek perkembangan sampai usia Raaiq 3 tahun, sampai kami pun harus cek pendengaran Raaiq ke klinik khusus. Karena salah satu akibat yang dirusak oleh CMV adalah sistem pendengaran. 

Saya mulai rapuh, apalagi kami harus bolak balik ke Bandung untuk cek lab, cek pendengaran, cek perkembangan dan hal lainnya. Tapi alhamdulillah suami dan orang tua selalu mensupport dan mendorong untuk terus berpikiran positif. Sampai akhirnya, kami konsul ke DSA subspesialis (saya lupa subsprsialis apa, pokoknya gelarnya Sp.A (K)), dengan menyertakan hasil lab terakhir. Perkataan dokter tersebut sangat menenangkan, ‘wah bagus kok hasilnya, udah bu gak usah dipikirin lagi, gak usah cek lab lagi, malah cape ya bu, mahal lagi.’

Dari semenjak itu, saya tak lagi memikirkan hal negatif, tak saya biarkan kekhawatiran menghampiri saya lagi. Saya optimis, Raaiq akan menjadi anak yang sehat, kuat, dan cerdas. Dan alahmdulillah, sampai sekarang usianya 25 bulan, perkembangannya sangat luar biasa, baik dari segi fisik, kognisi, maupun emosinya. 

Tapi menjadi catatan dari dokter SP.OG saya di Bandung, kalau mau punya anak lagi saya benar-benar harus memastikan si virus ini sedang tidur nyenyak. 

Mohon doanya bunda, agar saya selalu dilindungi Allah dari serangan virus TORCH ini (lagi).

Advertisements

2 thoughts on “Saya, Raaiq, dan Toxoplasma 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s